Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Penikmat Rindu dan Jarak
Doaku
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
-
Doaku hanya sesederhana ini, “Semoga, Tuhan mempertemukan dan menyatukan kita dengan cara yang sebaik-baiknya. Lalu setelahnya, tidak ada lagi alasan semesta memisahkan kita untuk kali kedua."
ARTIKEL ILMIAH PEMAHAMAN BAHASA INDONESIA YANG KURANG TEPAT DI MASYARAKAT DISUSUN OLEH: NAILATUL MAFAZAH (20151110008) PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA ABSTRAK Pelajaran Bahasa Indonesia sebenarnya sudah diajarkan sejak dari Sekolah Dasar (SD) sampai ke perguruan tinggi. Pada dasarnya fungsi bahasa indonesia adalah sebagai alat komunikasi sosial. Aktivitas manusia sebagai anggota masyarakat sangat bergantung pada penggunaan bahasa masyarakat setempat. Gagasan, ide, pikiran, harapan dan keinginan disampaikan malaui bahasa. Bahasa merupakan tanda yang jelas dari kepribadian manusia. Melalui bahasa yang digunakan manusia, maka dapat memahami karakter, keinginan, motif, latar belakang pendidikan, kehidupan sosial, pergaulan dan adat istiadat manusia itu sediri. Meskipun ditetapkan sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia tidak serta merta jadi bahasa ibu bagi masyarakatnya. Ti...
Aku bukanlah seorang perempuan yang sempurna Bahkan jauh dari kata sempurna Imanku pun masih belum terjaga dengan rapat Tapi aku berusaha untuk merapatkan imanku layaknya shof ketika sholat berjamaah Aku juga bukanlah seorang perempuan yang sholehah Tapi dari sini aku berusaha menjadi perempuan sholehah Islam agamaku Al qur’an kitabku Muhammad nabiku Jangan menyalahkan agamaku jika aku melenceng dari perintahNya Jangan menyalahkan kitabku jika aku belum lancar membaca Jangan menyalahkan nabiku jika aku belum menirukan apa yang telah diajarkan Tapi ingatkan aku jika aku lupa dengan Tuhanku Karena manusia hanya bisa memohon dan bersujud kepadaNya Dan akulah perempuan yang berusaha untuk menjadi lebih baik lagi Dampingi aku wahai sahabat menuju surgaku Karena akulah perempuan yang tak luput dari segala dosa November 2017
Aku masih menjerit dan menangis memanggil namamu ketika hendak tidur. Memang kebiasaan sukar ditinggalkan, bukan? dulu ketika aku tak bisa terlelap, aku akan meneleponmu dan mencurahkan segala isi kepalaku yang enggan berhenti merasakan pilu. Lalu kau akan mulai bernyanyi lagu kesukaanku dan membiarkanku tertidur. Aku masih simpan nomor teleponmu, tapi ketika aku hendak menelepon kau sudah tidak bisa dihubungi sama sekali. Entah sudah berapa kali mereka mencegahku untuk tak melakukan hal yang sama, tapi aku tetap gigih berharap nomor teleponmu masih yang lama. Aku masih memesan makanan favoritmu, ketika aku sedang makan sendirian di cafe tempat kita makan dahulu. Aku masih menunggu kau datang untuk duduk di kursi yang sudah lama kosong. Aku masih menunggu kau untuk menghabiskan makananmu. Aku masih di masa lalu, melakukan semua hal yang melibatkan kau dan aku. "Dimana kau sekarang?" tanyaku sambil duduk menatap ke luar jendela. "Dia sudah tenang sejak enam bulan yang ...
Komentar
Posting Komentar